Tampilkan postingan dengan label HRD. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label HRD. Tampilkan semua postingan

Tips Menyusun SOP

Prosedur operasional standar/ Standard Operating Procedure (SOP) digunakan oleh suatu organisasi untuk memberi jejak arsip dan keseragaman tindakan operasionalnya. Penyusuan SOP berbeda setiap organisasi. Dalam praktiknya tidak semua SOP yang dibuat dapat diterapkan dalam kegiatan operasional, bahkan parahnya SOP hanya sekadar dokumen yang diletakkan di rak atau lemari karena ia tidak dapat difungsikan sebagaimana mestinya. Oleh karena itulah, perlu cara tepat menyusun standar operasional prosedur (SOP).

Dua fungsi dasar SOP yang menjadi fungsi esensial bisa digambarkan sebagai berikut:

1. Sebagai rujukan knowledgebase bagi kegiatan operasional yang senantiasa diperbarui
Tindakan-tindakan pekerjaan semisal alur pemasaran dan penjualan, pengiriman barang dari logistik, hingga pelayanan pelanggan semua akan tertata dengan rapi (terstruktur) dengan merujuk pada knowledgebase (baca: SOP) ini. SOP disarankan bahkan diharuskan untuk diperbarui apabila adanya alur kerja yang berubah sehingga harus adanya pembaruan berdasarkan keputusan auditor “jaminan mutu”.

Mengapa yang Hebat Bisa Jatuh?

Suatu ketika Jim Collins, penulis buku terkenal The Mighty Fall, diundang ke West Point untuk memimpin diskusi yang diikuti oleh mahasiswa-mahasiswa hebat. Siapa mereka? Duabelas orang jenderal Angkatan  Bersenjata AS, 12 orang Chief Executive Officer (CEO), dan 12 orang pemimpin sektor sosial. Tatkala diminta untuk memimpin diskusi dengan topik tentang Amerika, Jim bingung: mengerti apa saya?

Tapi ia kemudian menemukan satu isu menarik untuk diangkat, yakni sanggupkah Amerika menegakkan kembali kebesarannya, ataukah Amerika tengah menuju titik bawah dari negara hebat menjadi negara biasa? Sejarah menunjukkan, kata Jim, bahwa yang hebat bisa jatuh. Dan itu berulang kali terjadi seperti ditunjukkan oleh Kerajaan Mesir kuno, Dinasti Chou, Athena, Roma. Bahkan Inggris yang selama satu abad pernah menjadi kekuatan adidaya global pun berkurang pengaruhnya. Bisakah AS bertahan?

Mengapa Training Tidak Memberikan Manfaat

Ya, pertanyaan ini seringkali dilontarkan para direktur setelah mengobservasi hasil dari training yang diikuti para manajer atau supervisornya. Menurut para direktur, banyak TRAINING yang ternyata gagal merubah perilaku / ketrampilan pesertanya. Padahal  perusahaan menghabiskan banyak dana untuk kegiatan training tersebut. Adakah yang salah ?


Ini dia jawabannya:
Para pelaku bisnis Indonesia, sebaiknya anda tahu bahwa sejatinya ada 4 level outcome dari Training (berbasis Kirkpatrick Model), yakni:
Level 1 – Reaction – dimana peserta  merasa PUAS mengikuti training
  • Aktifitas nya meliputi : Training + Satisfaction Feedback
Level 2 – Learning – dimana peserta diajarkan  KNOWLEDGE baru
  • Aktifitas nya meliputi: Training + Pre Test + Post Test

Belajar Konsep VMOS, 7-S McKINSEY, dan Personal Value

VMOS merupakan kepanjangan dari Vision, Mission, Objectives and Goals, Strategy. Dalam wacana tentang formasi strategi perusahaan, VMOS merupakan elemen utama yang harus dikaji secara terstruktur. Saya menggunakan istilah “everything from within for everything outside” dalam menjelaskan hubungan antara elemen VMOS.Dalam dunia manajemen, VMOS merupakan suatu rangkaian tak terputus yang memberikan arahan bagi pencapaian tujuan akhir suatu organisasi. 

Vision
, merupakan suatu raison d’etre suatu organisasi, yaitu alasan pembenar mengapa suatu organisasi berdiri/terbentuk serta akan dibawa ke mana (apa yang ingin dicapai) organisasi yang dibentuk tersebut. Visi merupakan suatu keinginan terhadap keadaan masa datang yang dicita-citakan oleh organisasi. Biasanya visi dibuat oleh para pendiri organisasi, tetapi tidak tertutup kemungkinan sebuah visi direvisi jika ternyata perubahan-perubahan internal maupun eksternal organisasi telah menyebabkan visi tersebut menjadi tidak sesuai lagi. Secara sederhana, visi biasanya sanggup menjawab pertanyaan, “organisasi ini ingin menjadi apa?” Derek F. Abell, membedakan vision menjadi dua, present vision dan future vision. Seorang manajer yang andal adalah manajer yang sanggup memadukan gerak langkah visi saat ini dalam bentuk bagaimana bisnis dijalankan hari ini dalam kerangka mencapai visi masa depan yang ingin dicapai (Abell, 1993).

Apa Itu Tanggungjawab dan Peran Supervisor

Kedudukan Supervisor
Dalam struktur organisasi yang berlaku umum, jenjang hierarki supervisor berada di bawah manajer madya dan di atas karyawan pelaksana (staf). Berdasarkan bagan organisasi ini secara sederhana dapat dijelaskan masing-masing tugas dan kewajibannya sebagai berikut:

Eksekutif (direktur utama, para direktur, vice president) mempunyai tugas utama sebagai perancang sekaligus menentukan arah perusahaan. Para eksekutif ini bermain pada ranah strategi dan rencana perusahaan.

Manajer mempunyai tanggung jawab sebagai penerjemah strategi dan visi yang ditetapkan para eksekutif. Mereka bertugas menterjemahkan strategi menjadi program-program harian, mingguan atau bulanan seperti yang ditetapkan eksekutif. Para manajer dalam menerjemahkan strategi perusahaan ini langsung berhubungan dengan para supervisor. Mereka mempunyai kewajiban untuk mengarahkan, mengendalikan, mengevaluasi hingga memberi motivasi supervisor agar semua rencana dapat dijalankan.

Continuos Improvement di BCA

Ada hal yang membedakan antara sang juara dan sang pecundang.

Sang Juara selalu mengadakan perbaikan secara terus menerus. Mereka sadar betul bahwa memang saat masih bayi, tidak bisa langsung lari cepat, tetapi merangkak dulu. Namun sang bayipun tahu bahwa untuk maju , memang harus berani jatuh bangun, merangkak, berjalan tertatih-tatih sampai akhirnya dapat berlari cepat. Bigger – better – higher. Itulah semboyannya…

Kalau sang pecundang lain lagi. Perilakunya ya hanya sekedar mencapai standard. Habis itu, merasa cukup puas dan tidak mau lagi mengadakan perubahan .

Apa ya contohnya…?

Formula 7S untuk Menggenjot Kinerja Bisnis

McKinsey 7S Model - Overview, Structure and Application, Example 

Dinamika kompetisi bisnis terus berlangsung nyaris tanpa rehat. Disana setiap organisasi terus didorong memeras peluh demi pelayanan terbaik kepada pelanggannya. Disana nyaris tak ada kata maaf bagi perusahaan yang hanya menghasilkan produk abal-abal; atau memberikan pelayanan yang kering akan inovasi. Disana, setiap buku sejarah akan mencatat siapa organisasi yang terus bisa mengibarkan benderanya, dan siapa yang harus mengucapkan salam sayonara.

Dalam konteks itulah, para pelaku bisnis beruntung lantaran mereka pernah mengenal sebuah jurus yang bertajuk formula 7S. Sejatinya, skema 7S ini dirajut pertama kali oleh McKinsey, sebuah lembaga konsultan manajemen paling prestisius di kolong jagat. Meski diciptakan sekitar 30 tahun silam, formula ini rasanya masih memiliki relevansi yang kuat dengan dunia bisnis mutakhir. Dan karena itulah, kita mencoba membincangkannya pada kesempatan kali ini.

Teori Dan Aplikasi 7’S Model Pada Organisasi

Model 7-S McKinsey merupakan kerangka yang banyak didiskusikan untuk melihat saling keterkaitan antara formulasi dan implementasi strategi.

Model ini membantu manajer untuk memfokuskan perhatian pada pentingnya menghubungkan strategi yang dipilih pada beragam kegiatan yang dapat mempengaruhi implementasi strategi tersebut. Awalnya model ini dikembangkan sebagai cara pikir yang lebih luas tentang permasalahan mengorganisasikan secara efektif, kerangka 7-S memberikan sebuah alat untuk menilai “kemampuan” strategi.

Menurut salah satu pengembangnya, Robert H. Waterman Jr., kerangka ini menyarankan bahwa tidak cukup untuk berpikir tentang implementasi strategi hanya sebagai persoalan strategi dan struktur, seperti pandangan tradisional:

Pemahaman konvensional yang dulu digunakan bahwa jika anda pertama kali mendapatkan strategi yang benar, organisasi yang benar akan mengikutinya. Dan ketika hampir semua orang dalam budaya Barat berpikir tentang organisasi, mereka memikirkan struktur. Namun, dalam prakteknya asumsi-asumsi ini terlalu membatasi.

Metode MECE

MECE: 3 secrets for the perfect framework – IGotAnOffer 
 
Mungkin anda pernah mendengar konsultan manajemen yang terkenal dan teratas sampai saat ini, itulah Mckinsey, banyak sekali korporasi besar tertolong oleh bantuan para konsultan Mckinsey terutama bagaimana mereka menyelesaikan permasalahan atau bahkan meningkatkan kinerja perusahaan. 

Membangun Solusi 

Sebagai konsultan dengan kredibilitas tinggi , semua konsultan dibekali bagaimana cara menyelesaikan segala permasalahan secara sistimatis dan tepat guna. Hal ini dikarenakan para konsultan sangat yakin dan percaya bahwa kiprahnya dalam projek penyelesaian mewakili perusahaan, yang tentunya sampai saat ini adalah perusahaan konsultan terbaik yang ada di jagat ini. Ada 3 komponen yang selalu dilakukan oleh para pekerja di Mckinsey dalam membangun solusi :

Garis Batas Emosional di Tempat Kerja

3 Cara Melatih Emosi agar Seimbang, Salah Satunya Menetapkan Batasan
Guna mengembangkan hubungan yang matang dan bermakna di tempat kerja, ataupun di rumah, kita sesungguhnya hanya memerlukan dua filter. Filter pertama adalah lindungi diri Anda dari orang lain. Filter kedua adalah lindungi orang lain dari diri Anda. Sederhana bukan, tinggal dibolak-balik macam setrika.

Lindungi diri Anda dari orang lain. Mungkin Anda pernah mengalami hal ini: Atasan Anda mencela hasil kerja Anda di depan teman-teman yang lain. Di lain hari mungkin mengkritik Anda sebagai kurang disiplin. Respon pertama adalah Anda menganggap semua omongan atasan Anda benar adanya. Secara defensif mungkin Anda bisa memberikan alasan, namun tak bisa dipungkiri jauh di dalam hati Anda pasti secara emosional terpukul.
 
Dari sini terlihat bahwa permasalahannya bukanlah karena Anda “tak mau mendengarkan” namun sebaliknya justru Anda “terlalu banyak mendengarkan”. Dengan kata lain, mulai sekarang Anda perlu belajar menyaring semua masukan, jangan semua ditelan.

Lindungi orang lain dari diri Anda. Pada kasus lain, mungkin Anda memiliki rekan kerja yang cocok. Dan secara personal hubungan Anda cukup baik, di mana Anda bisa saling berdiskusi secara lebih bebas dan terbuka. Namun suatu hari, rekan Anda itu berkata,” Saya menghargai apa saja yang pernah kamu sampaikan, namun kadang-kadang kata-katamu itu terasa seperti tonjokan langsung ke ulu hati.” Kalau menurut bahasa anak sekarang,” Sakitnya itu di sini!”

Meeting Terus, Tapi gak Efektif

Tips Membuat Meeting Yang Efektif 

Mengadakan meeting memang sangat diperlukan untuk membahas berbagai hal, baik dalam urusan internal ataupun eksternal perusahaan. Tapi bagaimana bila tiap hari kerjanya meeting, meeting, dan meeting terus? Anda dan peserta rapat lainnya juga pasti akan sangat bosan dan pekerjaan utama malah jadi terbengkalai. Nah, ada baiknya Anda memperhatikan beberapa hal untuk melihat, apakah meeting memang perlu diadakan.

Tak hanya itu, di bawah ini juga ada beberapa unsur yang membuat peserta meeting Anda antusias. Pokoknya all about meeting deh.

1.       Pahami lagi apa yang akan dibahas
Sebelum benar–benar fix memutuskan apakah akan rapat atau tidak, ada baiknya Anda memahami ulang apa yang akan dibahas. Bila permasalahan tersebut tidak terlalu besar dan sekiranya masih bisa ditangani sendiri, kenapa harus mengadakan meeting. Itu hanya membuang–buang waktu.

Menjadi Produktif itu Mudah

Apakah Anda kerap dikenal sebagai seorang yang kurang produktif? Meski sudah berusaha untuk meningkatkan produktivitas, tapi tidak banyak memberikan hasil.

Sebaliknya, ada seseorang yang dapat melakukan banyak hal seolah memiliki energi yang tak terbatas. Lantas kenapa Anda tidak menjadi seperti dia?
Meningkatkan produktivitas bukan berarti Anda bekerja dengan sangat keras. Karena percuma banyak membuang tenaga jika hasilnya sedikit.

Berikut adalah cara meningkatkan produktivitas.
  1. Membuat rencana
Sisihkan sedikit waktu untuk merencanakan apa yang akan Anda kerjakan di esok hari. Pilih berdasarkan daftar prioritas untuk mengetahui apa saja yang bisa Anda kerjakan lebih dulu.

Tidak hanya akan memudahkan Anda dalam menyusun rencana kerja besok, rencana juga akan membuat pikiran Anda lebih tenang. Karena faktor yang paling sering memengaruhi seseorang mengalami sulit tidur adalah kekhawatirannya pada hari esok.
  1. Tulis kata motivasi yang kreatif
Matt Mayberry, CEO Matt Mayberry Enterprises menjelaskan di laman Entrepreneur, bahwa menuliskan kata motivasi sudah menjadi game changer yang mutlak baginya. Motivasi telah bekerja bagai keajaiban yang selalu mengikuti Mayberry ke mana pun ia pergi.

Salah satu contoh motivasi yang ia tuliskan pada catatannya adalah, “I, Matt Mayberry, am the most productive person I know. I dominate my day and move quickly from task to task, accomplishing things that matter most.”

5 Cara Praktis Untuk Menyampaikan Pesan Yang Komunikatif

Tidak jarang para karyawan kesulitan menterjemahkan apa yang dikehendaki manajernya. Khususnya ketika sang manajer sedang menjelaskan, misalnya tentang kebijakan perusahaan yang baru, peraturan pekerjaan, metode pekerjaan, dsb. Kalau itu sering terjadi maka proses pekerjaan di tingkat unit akan terganggu hanya karena ketidakjelasan informasi yang disampaikan. Karena itu manajer hendaknya mampu membangun suasana komunikatif pada saat berbicara dengan memanfaatkan tip-tip berikut:

Merebut perhatian karyawan pada awal pembicaraan. Karena itu, kalimat pertama digunakan untuk mengawali pembicaraan menjadi sangat penting. Contoh: Jika berbicara tentang pentingnya pekerjaan maka sebaiknya manajer menggunakan kalimat pertama seperti “Peraturan pekerjaan yang baru telah menyebabkan kinerja perusahaan para pesaing meningkat”. Karena itu maka para karyawan hendaknya ……… dst.

Membuat struktur pembicaraan dengan efektif, mencakup pendahuluan, kerangka pembicaraan, dan penutup: Kerangka bicara disusun secara sistematis, logis, dan efektif dan dibuat dalam butir-butir pokok pembicaraan. Jika belum terbiasa berbicara dengan hanya menggunakan butir-butir, gunakan kertas-kertas kecil (segi empat) sebagai tempat menulis poin-poin yang dianggap penting untuk disampaikan secara lengkap. 

Secondary Gain (Kenikmatan Sekunder)


Kenapa ada istri yang menderita oleh suaminya, tapi tak mau berpisah dari suaminya itu?

Kenapa ada karyawan yang terus mengeluh atas pekerjaannya, tapi tak juga mencari pekerjaan baru?

Kenapa ribuan orang rela menderita naik kereta listrik yang berjubel-jubel setiap hari?

Kenapa orang rela terus miskin asal bisa kumpul dengan keluarga?

Jawabannya, karena mereka mendapatkan kenikmatan dalam penderitaan itu! .  Kenikmatan jenis ini dinamakan kenikmatan sekunder (secondary gain). Kondisi ini sebenarnya adalah kondisi penuh penderitaan. Jadi, kondisi primernya menderita. Sedang kondisi sekundernya nikmat.

Contoh lain adalah bila anda sakit. Ini kondisi primernya,…menderita. Tapi, anda juga bisa mendapat kenikmatan ketika keluarga dan teman-teman anda menjenguk anda. Mereka memperhatikan anda. Anda dibuat senang karenanya. Ini kondisi sekundernya,…nikmat.

Penyebab Pikiran Negatif

Ketahui 8 cara menghilangkan pikiran negatif di tempat kerja 
Faktor-faktor penyebab pikiran negatif dapat berasal dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal). Kondisi lingkungan juga sangat berpengaruh pada pikiran negatif hingga menjauhkan kita dari harapan yang diinginkan dan membuat kita menghadapai berbagai macam masalah. Pengetahuan kita tentang faktor-faktor ini akan memperluas cakrawala pandangan dan membantu kita mempersenjatai diri dengan ilmu pengetahuan. Adapun faktor-faktor tersebut adalah sebagai berikut :

1.     Jauh dari Sang Pencipta
Kehidupan material, persaingan yang ketat dan perubahan cepat yang terjadi dalam kehidupan ini membuat banyak orang hanyut terbawa arus hingga menjauh dari Allah. Pernahkah anda mengenal seseorang yang kehidupannya bagaikan mata rantai penderitaan? Keluar dari masalah dan masuk ke masalah lain? Jika jawaban anda,”Ya”, tahukah anda penyebab utama hal itu terjadi padanya? Penyebabnya adalah karena Ia jauh dari Allah.

7 Cara yang bisa meningkatkan Word of Mouth Marketing

Word of mouth adalah cara terbaik untuk mempengaruhi orang lain untuk membeli produk anda. Terbukti word of mouth jauh lebih baik ketimbang advertising. Salah satu alasan mengapa Word of Mouth marketing lebih efektif adalah karena bisa langsung fokus ke target market kita. Ini berarti bisa dengan mudahnya mengajak orang lain untuk membeli produk atau service yang anda tawarkan dan jika kurang tertarik dengan produk atau service kita, anda pun bisa lansung pindah ke group lain untuk melakukan word of mouth dan tidak menghabiskan waktu yang banyak.

Agar suskses dalam melakukan word of mouth, hal yang harus diingat :

1. Buatlah brand image yang jelas
Buatlah brand image yang unik untuk produk atau service anda. Hal ini untuk membuat target consumer anda dapat terlibat dan related dengan produk anda. Orang orang tidak selamanya mengingat produk yang anda jual atau mengingat brand image yang mereka lihat. Jadi, buatlah brand image yang jelas sehingga bisa tetap diingat oleh target audience anda.

Kanban berasal dari bahasa Jepang yang artinya Signboard

Kanban berasal dari bahasa Jepang yang artinya Signboard. Kanban ini adalah satu tool yang dipakai untuk menjalankan Just In Time. Kanban merupakan system scheduling yang mentrigger untuk memproduksi barang dan berapa banyak yang akan diproduksi. Jadi bukan merupakan system untuk mengkontrol jumlah inventory. Kanban menjadi tool yang efektif untuk mendukung jalannya system produksi secara keseluruhan.

Prinsip Just in Time mengacu pada supermarket, dimana pelanggan mendapatkan apa yang mereka butuhkan, pada waktu yang diiinginkan, dan jumlah yang diinginkan. Supermarket hanya mempunyai stock sesuai yang akan dijual, dan pelanggan hanya membeli yang dibutuhkan karena supply barang sudah dijamin. Disini JIT melihat sebuah proses adalah pelanggan dari proses sebelumnya, dan proses sebelumnya sebagai sebuah rak supermarket. Pelanggan proses pergi ke proses sebelumnya untuk mengambil komponen yang dibutuhkan, dan menyimpan stock. Disini kanban dipakai sebagai alat untuk memandu pelanggan kepada stock yang dibutuhkan.

Kanban menggunakan kecepatan demand untuk mengkontrol kecepatan produksi. Mulai dari end customer sampai melalui keseluruhan rantai proses. Kanban mengaplikasikan prinsip “pull”, dimana produk hanya dibuat setelah ada trigger dari pelanggan. Ini berlawanan dengan konsep lama yaitu “push” dimana produk bergerak dari proses satu ke proses lainnya meskipun tidak ada permintaan. Kanban memberi signal untuk proses sebelumnya untuk menggerakkan barang. Dipakai untuk memastikan bahwa stock di manage dengan jumlah lebih kecil. Dimana response supply tidak cukup cepat terhadap perubahan demand yang bisa berakibat kehilangan sales, maka stock perlu ada untuk menjamin. Ada enam aturan utama dalam implementasi kanban:

Apa itu Heijunka

Heijunka dalam Penjadwalan Produksi | Blog Eris 

Heijunka merupakan suatu istilah dari bahasa Jepang yang berarti “leveling”. Heijunka adalah sebuah teknik untuk mereduksi waste yang cukup penting untuk pengembangan dari efisiensi produksi dari TPS dan Lean Manufacturing. Dasar pemikirannya secara umum adalah dengan memproduksi barang-barang intermediate pada tingkatan (rate) yang konstan agar proses ke depannya dapat dijalankan pada tingkatan yang konstan dan dapat diprediksi (predictable).

Jika kita melihat dari konteks Lean manufacturing dan Toyota Production System (TPS), Heijunka mengarah pada teknik production leveling dan production smoothing yang secara umum dikerjakan untuk mengatur schedule dari aktifitas produksi dengan tujuan untuk mengontrol inventori, mengurangi lead time, dan memproduksi produk yang beraneka ragam dengan volume yang sesuai dengan permintaan yang diinginkan oleh konsumen.

Kestabilan fasilitas Heijunka, khususnya dalam proses produksi bertujuan untuk mengadopsi praktek dari Lean manufacturing yaitu menghilangkan mura (ketidakserasian dalam kualitas produksi), mengontrol muri (kejenuhan atau beban yang berlebihan dari sumber daya produksi seperti SDM dan mesin), dan mereduksi muda (waste dari unsure-unsur produksi).

Jidoka adalah salah satu pilar Lean Production System

Perbedaan Jidoka dan Poka Yoke - Ekonomi Bergerak 

Jidoka adalah salah satu pilar Lean Production System. Jidoka adalah gabungan dari dua kata yaitu automation dan autonomous, sehingga Jidoka berarti autonomation.

Automation didefinisikan sebagai pengambilalihan mesin untuk menggantikan pekerjaan atau proses yang dilakukan manusia.

Automation mengatasi beberapa kelemahan yang dikarenakan pekerjaan yang dilakukan manusia, dimana manusia akan sering dan memiliki kemungkinan kesalahan atau error terutama terhadap pekerjaan yang mudah dan berulang terus-menerus. Misalkan: pekerjaan untuk memasukkan botol ke dalam kotak, mengisi folding box ke tempat loading, menutup tutup botol, mengetuk bagian atas supaya rapat, dll. Pekerjaan ini terlihat mudah dan sederhana, tapi karena dilakukan terus-menerus dan berulang maka akan membuat manusia menjadi bosan dan menjadi rentan terhadap kesalahan.

Kesalahan ini bisa berdampak terhadap quality product atau berdampak ke safety dari operatornya. Automation tampaknya akan mengatasi kelemahan pekerjaan yang dilakukan oleh manusia, karena manusia sangat rentan terhadap kesalahan untuk pekerjaan yang mudah, berulang, dan tidak membutuhkan kreativitas. Ada ungkapan di Lean yaitu “don’t ask human to do machine’s job” yaitu jangan meminta orang untuk mengerjakan pekerjaan yang seharusnya bisa dilakukan mesin.

Jangan Terapkan Program Cost Reduction!

Paradoks yang paling menarik adalah mengenai cost-reduction. Plant Manager di setiap industri umumnya memiliki misi menurunkan biaya produksi, atau setidaknya menjaga agar biaya produksi tetap rendah. Sayangnya, untuk menurunkan biaya, banyak perusahaan menerapkan sebuah program cost-reduction.

Menurut pakar Lean, ada dua kemungkinan yang bisa terjadi jika sebuah perusahaan menerapkan program cost reduction. Keduanya akan terjadi secara berurutan. Kemungkinan pertama, mereka berhasil menurunkan biaya. Namun setelahnya, akan terjadi hal kedua: setelah semua biaya berhasil diturunkan dan perusahaan menikmati hasilnya, biaya-biaya yang sebelumnya telah berhasil diturunkan berangsur-angsur kembali muncul. Biasanya dengan jumlah yang lebih besar.

Perusahaan kemungkinan akan mencari “kambing hitam” atas kegagalan programnya, misalnya fluktuasi harga pasar, masalah dengan supplier, dan sebagainya. Namun sebetulnya bukan alasan yang seharusnya dikemukakan, melainkan suatu tindakan yang bisa mengantisipasi kenaikan tajam tersebut.

Mungkin ada baiknya mengikuti saran berikut: jika Anda ingin mereduksi biaya, jangan fokus kepada penurunan biaya. Jangan terapkan program cost reduction!