Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bisnis. Tampilkan semua postingan

5 Cara Memperoleh Modal Usaha

Ketika berpikir untuk membuat sebuah usaha, perlu dipertimbangkan ide usaha, skala usaha, kompetisi, permintaan pasar, tenaga kerja, serta yang sangat penting untuk dipikirkan adalah ketersediaan modal usaha beserta sumbernya. Modal bagaikan fondasi awal sebuah usaha yang akan dibangun. Tetapi perlu diingat modal bukan hanya sekedar uang atau aset, tetapi juga bisa dalam wujud pengetahuan terhadap usaha tersebut, pengalaman, keberanian, serta networking. Namun dari beberapa modal yang disebutkan di atas, kebanyakan calon pengusaha menemui kendala besar dalam mendapatkan modal berupa uang atau aset.

Oleh karena itu, pada kesempatan ini kami akan membahas informasi mengenai cara memperoleh modal usaha untuk Anda yang hendak memulai bisnis skala kecil maupun menengah. Ada beberapa alternatif yang dapat digunakan untuk mendapatkan dana usaha, diantaranya :

Apa Itu Bisnis Startup? Arti dan Definisi

Istilah “startup” telah buah bibir yang semakin meningkatnya frekuensinya selama beberapa tahun terakhir untuk menggambarkan sebuah usaha yang relatif masih muda dan belum kokoh.

“Startup adalah sebuah perusahaan yang bekerja untuk memecahkan masalah di mana solusinya adalah tidak biasa dan kesuksesannya tidak dijamin ,”kata Neil Blumenthal, pendiri dan co – CEO dari Warby Parker .

“Startup adalah keadaan pikiran,” kata Adora Cheung, salah satu pendiri dan CEO dari Homejoy, salah satu Hottest U.S. Startups 2013. “Situasi ketika orang yang bergabung dengan perusahaan Anda masih membuat keputusan eksplisit untuk melupakan stabilitas demi janji pertumbuhan yang luar biasa dan kegembiraan dalam membuat perubahan seketika.”

Saat ini belum ada definisi yang bisa mendeskripsikan secara tepat pengertian bisnis startup. Pendapatan, laba, dan jumlah pekerja telah mengalami pergeseran drastis diantara perusahaan dan industri. Saat ini bisnis startup bisa dilakukan di garasi rumah dan karyawannya pun tidak harus berpakaian formal dan sopan. Kenyataan seperti ini yang harus mulai diperhitungkan untuk mendapatkan definisi apa itu bisnis startup secara kongkret.

Bagaimana Membentuk Sebuah Budaya Perusahaan

Perusahaan digerakkan oleh budaya perusahaan. Budaya perusahaan seharusnya sesuai dengan  kebutuhan Visi , Misi dan strategi perusahaan, namun dengan demikian hal ini sangat membutuhkan campur tangan dari pemilik, pemimpin dan top manajemen perusahaan. Saya pernah bekerja di suatu perusahaan, perusahaan tempat saya bekerja ini tidak pernah menanyakan "seperti apa seharusnya perusahaan ini?". Namun budaya perusahaan bisa di set dari awal, mumpung masih start up.

Sejak berdirinya sebuah perusahaan, entah disadari atau tidak, sebuah kultur/budaya kerja pasti juga akan berkembang, jika perusahaan berkembang baik mungkin budaya perusahaan yang dirawat sudah benar. Namun bagaiman jika tidak? maka Sang Pemimpin perlu bergerak cepat untuk memikirkan sebuah kultur baru yang lebih sinergi dengan visi misi perusahaan. Namun perkara untuk mengubah kultur tidaklah semudah menjetikkan jari. Mengubah kultur sama dengan merombak sistem yang sudah berjalan. Tidak mudah tapi juga bukan tidak mungkin. Bagaimana memulainya.

Bisa anda sesuaikan dengan gaya kepemimpinan Anda. Contoh gaya mantan CEO Samsung, Lee Kun Hee. Jengkel akibat reputasi Samsung yang dicap sebagai produsen elektronik murah "kelas dua". Pada tahun 1993 Lee mengumpulkan seluruh karyawannya dalam satu aula yang besar. Dia membawa produk samsung yang paling mahal dan paling canggih kemudian dihancurkannya didepan para karyawannya. Hal ini sebagai simbolis bahwa budaya lama harus ditinggalkan. Lee memerintahkan untuk melakukan reformasi secara besar-besaran dan berkata kepada para karyawannya untuk mengubah segala aspek kecuali istri dan anakmu. Samsung dengan kultur baru yang tidak akan lagi memproduksi barang murah dan mudah rusak. Seketika itu seluruh karyawan bersorak sorai dan keluar dari aula dengan semangat baru. Taktik ini terbukti effektif, ketika tahun-tahun berikutnya, Samsung terbukti menjadi konglomerat multinasional yang bertanggung jawab atas seperlima GDP Korea Selatan.

Membuat Strategi Berbasis Visi dan Misi Perusahaan

Strategi adalah penjabaran dari misi dan misi lahir dari visi yang konsisten. Strategi berada di beberapa tingkat, mulai dari corporate  atau group of companies, kemudian divisi, lalu departemen dan terakhir unit yang terkecil dari perusahaan.

Setelah sekian tahun berjalan, bisa saja visi yang biasanya datang dari pemilik atau pendiri perusahaan mengalami perubahan dalam arti penyempurnaan atau perluasan karena perkembangan yang dialami, dan karena misi dan strategi juga perlu disesuaikan. Visi merupakan tanggung jawab pemilik perusahaan atau pendiri perusahaan, misi biasanya menjadi tanggung jawab top management dan strategi menjadi tanggung jawab middle dan low level manajemen.

Biasanya antara visi dan misi tidak terlalu jauh penyimpangan dan jaraknya. Tetapi, yang sering terjadi adalah misi dan strategi, jika tanpa kendali akan terjadi penyimpangan, oleh karena itu para pembuat strategi dihadapkan oleh fakta di lapangan yang tidak sinkron denga misi yang dikehendaki. Oleh karena itu perlu dari waktu ke waktu dilakukan kaji ulang, dimana strategi harus disesuaikan mengakomodasi faktor internal (visi dan misi) dan faktor eksternal (implemtasi di lapangan).

Membuat Perencanaan Strategis Dalam Bisnis

Sebuah perencanaan bisnis adalah gambaran kegiatan atau program kerja atau wirausahawan ke depan. Melalui program-program yang telah ditentukan sebagai upaya untuk menggapai tujuan bersama. Perencanaan menggambarkan prediksi dan tindakan yang akan dilakukan dalam jangka pendek, menengah, dan panjang oleh perusahaan.

Untuk menggapai tujuan tentunya dibutuhkan perencanaan yang strategis yang mampu mewadahi jalannya perusahaan sesuai dengan situasi dan kondisi. Lantas pahamkah anda tentang perencanaan strategis? Perencanaan Strategis adalah perencanaan yang mempertimbangkan tentang apa yang harus dilakukan sebuah organisasi, cara melakukannya dan arah tujuan organisasi tersebut sehingga sebuah organisasi akan berjalan dengan efektif dan efisien.

Dalam sebuah perencanaan strategis kita harus membuat jawaban dari pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut :
- apa posisi sekarang?
- bagaimana mencapai posisi sekarang?
- bisnis apa yang ada jalankan?
- apa prediksi masa depan anda?
- apa road map atau rute yang anda rencanaka untuk mencapai tujuan itu?

Tiga Pilar Strategi Bisnis Toyota

Kalau bicara soal mobil, di pikiran kita langsung terbesit dengan kata Toyota. Siapa yang tidak kenal Toyota, market leader di industri mobil di tanah air. Betapa merk-merk mobil toyota selalu mendominasi pasar dengan Avanza, Inova, Rush dan Yaris. 

Ada sekurangnya tiga strategi yang mungkin punya peran krusial dalam penguasaan Toyota dalam pasar otomotif di Indonesia. Mari kita telisik satu demi satu.

1. First Mover 

Dalam pasar mobil di tanah air yang mulai tumbuh dengan pesat di tahun 70-an, maka Toyota adalah brand yang termasuk first mover (sejalan dengan laju investasi PMA Jepang ke Indonesia saat Orde Baru mulai berkuasa).

Dengan posisi sebagai first mover, maka brand Toyota lebih awal dalam menancapkan image kuat dikalangan konsumen Indonesia. Kelak dikemudian hari, keuntungan ini menjadi pilar Toyota dalam mendominasi pasar mobil di tanah air.

Tiga Mindset Pilar Mengubah Nasib Anda!

Jika kita tau dan sadar betapa pentingnya Mindset dalam alur hidup kita, kita akan memperhatikannya secara serius tentang hal ini. Seharusnya kita sadar bahwa Mindset adalah elemen penting yang akan membuat keajaiban di sepanjang perjalanan hidup kita. Bisakah kita menapaktilasi tiga keping elemen yang bisa membuat Mindset punya kekuatan yang berperan ampuh dalam membentuk hidup yang mapan, sejatera bahkan kaya raya.

1. Mindset Abundance (Mindset Keberlimpahan)

Ini sejenis mindset yang selalu dipenuhi dengan "mentalitas keberhasilan" yang selalu gigih mencari jalan keluar untuk menguak perbaikan nasib meski tantangan yang rumit menggayut di sepanjang jalan. Mindset keberlimpahan adalah sejenis mentalitas yang selalu syarat dengan optimisme, harapan positif dan keyakinan di ujung jalan sana ada janji kesuksesan yang layak diperjuangkan.

Darmanto yang buruh lulusan SMP itu mungkin akan tetap selamanya berada dalam jalan yang muram kalau saja ia hanya kuyup dengan mindset negatif, atau mindset yang selalu melihat keterbatasan dan bukan peluang, yang kerap kali berfokus pada ketidakmungkinan dan bukan pada kemungkinan. Disamping itu berperilaku yang hanya berceloteh tentang kekurangan serta aneka keluhan dan bukan harapan yang menjanjikan jalan kemakmuran.

3 Ritual Untuk Menghilangkan Stress Anda

5 Cara Menghilangkan Stres yang Bisa Anda Lakukan 
 
Anda bisa mendapatkan hari yang menyenangkan dan semua itu tergantung pada diri anda sendiri. Berikut ini beberapa ritual yang bisa Anda lakukan untuk memperbaiki hari Anda.

Nikmati Kopi dan Teh Anda

Saat di pagi hari, tak ada salahnya mempunyai ritual meminum kopi atau teh panas di pagi hari. Tapi kali ini, jangan hanya sekedar meminum, Anda pun harus benar-benar menikmatinya. Hirup aromanya, seruput perlahan demi perlahan. Teguk lah dengan rasa damai.  Dan rasakan saat minuman kopi atau teh itu masuk ke dalam tenggorokan Anda. Meminum dan meneguk Kopi atau Teh perlahgan seperti itu dapat membuat tubuh dan pikiran Anda terasa lebih rileks.

Matikan Pikiran Beberapa Menit

Di kantor atau di rumah sepertinya selalu saja ada hal-hal yang membuat pikiran Anda berkecamuk yang kemudian perlahan demi perlahan bisa membuat Anda menuju kondisi stress. Cobalah setiap hari Anda luangkan waktu beberapa menit saja untuk mematikan pikiran Anda atau men-shut down otak sadar Anda. Kosongkan pikiran Anda dengan cara berjalan-jalan , jauhkan diri dari Anda dari televisi atau radio, melihat pemandangan di luar ruangan dan sebagainya yang membuat Anda melupakan masalah yang menggelondoti pikiran Anda.

Pemimpin Efektif Seperti Elang

Belajar Sukses dari Burung Elang - Kompasiana.com 
 
Di dunia ini banyak pemimpin, banyak juga yang menyebut dirinya seorang pemimpin. Tetapi menurut Anand Pillai seorang Chief Learning Officer Reliance dari India, selama 28 tahun pengalamannya dalam studi kepemimpinan, hanya sebagian dari pemimpin itu benar-benar efektif. Namun ada juga orang-orang yang benar-benar efektif menyelesaikan pekerjaan walaupun bukan seorang leader. Lalu bagaimana ciri-ciri seorang pemimpin yang efektif itu.

Banyak pemimpin yang tidak get thing done. Malah ada orang-orang lain yang sangat efektif yang bukan seorang leader. Karena itu lah, Leadership itu bukan posisi atau jabatan tetapi adalah lebih cenderung ke sebuah Tindakan. Ada beberapa model kepeminpinan efektif yang kemudian dapat disimpulkan bahwa seorang pemimpin efektif itu memiliki kualitas seperti burung Elang. Adapun Kualitas itu adalah sebagai berikut :

- Gigih - Melihat matahari dengan Mata

- Visi -
Lihat target mil jauhnya

- Ulet -
Lalat melalui badai

Bos Efektif itu, Seperti Apa?

Menjadi Bos yang efektif bukanlah pekerjaan yang mudah karena ada jurang yang lebar antara pekerjaan manajemen dan pekerjaan sebagai individual performer. Awalnya kita mengira pekerjaan sebagai manajer hanya perpanjangan dari pekerjaan individual contributor sebelumnya. Namun perjalanan waktu membuktikan sebaliknya, tugas sebagai seorang manajer sangat berbeda dari tugas seorang contributor individual. Manajer harus berfikir secara berbeda dari level sebelumnya 

Menjadi Manajer yang efektif membutuhkan pengetahuan dan keahlian yang baru serta perubahan personal. Mereka harus mengembangkan nilai baru, kesadaran diri lebih mendalam, kematangan emosi, serta kemampuan memakai wise judgement. Menjadi manajer yang efektif berarti berada dalam jaringan tingkat harapan yang berbeda antara anak buah, supervisor, sesama manajer dan konsumen. Dengan demikian, bukan mustahil menjadi manajer merupakan perjalanan yang menyakitkan dan sulit. Banyak yang tidak pernah menyelesaikan perjalanan tersebut atau meyelesaikan tetapi hanya melaluinya dengan menjadi Bos yang mengerikan.

Tugas seorang Bos dapat dibagi menjadi tiga kategori : Mengelola Diri Sendiri (manage yourself), Mengelola Jaringan (manage a network) dan Mengelola Tim (manage a team). Dalam hal mengelola diri sendiri, memiliki hubungan yang benar dengan orang-orang merupakan dasar perjalanan sebagai manajer. Walau demikian, patut dicatat bahwa memiliki hubungan yang benar tidak akan menjamin sukses, tapi tidak memilikinya pasti akan menyebabkan kegagalan. Manajemen dimulai dengan siapa diri kita dan bagaimana orang-orang mem-percieve kita, kesalahan paling mendasar manajemen adalah menganggap kekuatan (otoritas) sebagai alat untuk memerintah orang lain mengerjakan apa yang kita mau. Kesalahan lainnya, mendasarkan hubungan kerja atas dasar persahabatan atau pertemanan. Hubungan yang benar adalah berdasarkan komptensi dan karakter.

6 R Yang Dimiliki Pemimpin Efektif

Leadership itu suatu seni. Dan karena ia suatu seni maka siapapun bisa memperlajarinya, sebagai mana kita bisa mempelajari seni-seni yang lain seperti seni lukis, seni peran atau seni suara. Walaupun bisa dipelajari, sebagaimana seni yang lain kepemimpinan itu tidak mudah dikuasai. Diperlukan waktu bertahun-tahun dan proses yang cukup panjang untuk seseorang untuk menjadi pemimpin yang baik.

Pertanyaanya bagaimanakah lagkah-langkah yang diperlukan agar kita bisa menjadi seorang pemimpin yang efektif. Efektif dalam konteks ini adalah dapat membawa hasil atau berhasil guna. Sekurangnya ada 6 langkah untuk menuju sebagai pemimpin yang efektif.

1. Recognize (mengakui)
Mengakui bahwa Leadership itu sebagai sebuah seni yang dapat terus dikembangkan dan dipertajam. Dengan mengakui hal ini maka seorang pemimpin bisa terus belajar entah dari mentor maupun dari buku-buku untuk terus meningkatkan kompetensi dalam memimpin. Dengan pengakuan ini seorang leader sekaligus akan menjadi learner (pembelajar). Dan proses belajar itu berlangsung seumur hidup, dari buaian hingga liang kubur.

Berbicara adalah Amunisi Manusia

5 Tips agar Berani Berbicara di Depan Umum Halaman 1 - Kompasiana.com 
 
Berbicara merupakan kemampuan dasar yang dimiliki manusia sejak lahir, tugas kita adalah memanfaatkan kemampuan tersebut menjadi sebuah seni yang mampu mengubah dunia sebagai mana yang dikatakan oleh Nelson Mandela "The Most Powerful Weapon is not Violence but it si Talking to People". Senjata terkuat bukanlah kekerasan melainkan bagaimana kita berbicara kepada orang lain.

Selain itu berbicara merupakan kemampuan interpesonal dasar yang artinya adalah kemampuan untuk mengenali, merespon secara layak perasaan, sikap dan perilaku, motivasi serta keinginan orang lain. Bagaimana seorang mampu membangun hubungan harmonis dengan memahami dan merespon manusia atau orang lain  merupakan bagian dari kemampuan interpesonal.

Untuk membangun hubungan harmonis dengan orang lain, seseorang harus menguasai kemampuan dan ketrampilan dalam mengenali dirinya sendiri terlebih dahulu, kemudian baru ketrampilan dalam mengenali orang lain, ketrampilan untuk mengekpresikan diri secara jelas, cara merespon, cara menyampaikan pesan dan maksud, cara bernegosiasi dan menyelesaikan konflik, cara berperan dalam tim dan masih banyak lagi.

Manusialah Penggerak Perubahan Itu Sendiri

Pegiat: Guru Penggerak solusi perubahan pendidikan di Indonesia - ANTARA  News 
 
Perubahan yang begitu cepat akibat dari semakin cerdasnya manusia, semakin gilanya teknologi, menyebabkan cepat usangnya ketrampilan bekerja. Sales Manager yang 10 tahun lalu berprestasi bagus sekarang sudah tampak seperti macan ompong.

Teknik-teknik kesuksesannya sudah tidak bisa digunakan lagi. Perusahaan yang sudah mabuk kemenangan dan keuntungan juga bisa kalang kabut menyiapkan kompetensi baru karena keharusan mengatispasi Golden Eggs yang baru. Era industrial ketika ketrampilan bisa dipakai berulang-ulang sudah lewat. Sekarang pemimpin perlu menyiapkan pembuat perubahan. "Every Individual Need To Be A Change Maker".

Bila seorang individu tidak gemar berubah, ia jelas menjadi beban teman-temannya yang ingin berubah. Tim bukan sekedar tim, tetapi perlu bersinergi. Inilah Format Organisasi Era Sekarang. Dengan kondisi ini, jelas fokus kita harus lebih banyak penekanan bobot manusia, sumber daya yang paling hebat di muka bumi. Kita mesti angkat topi dengan perusahaan besar yang menomersatukan karakter dengan keyakinan ketrampilan dapat diajarkan meski sadar bahwa pembentukan karakter membutuhkan waktu yang tidak sebentar.

Tidak Semua Leader Punya Keahlian "Coaching"

Gue Nggak Mau Coaching!" - Alterra 
 
Dalam suatu pelatihan coaching, banyak peserta yang celingak-celinguk dan berpikir keras, saat saya bertanya: “Siapa atasan yang Anda anggap  sebagai "coach" dan berkontribusi pada keberhasilan Anda?”.

Ternyata, bagi mereka tidak mudah menemukan satu tokoh yang benar-benar berarti dalam “membuat” diri mereka sukses. Para hadirin ini memang punya atasan yang melakukan bimbingan, namun, mungkin mereka dirasa kurang memberi nilai tambah secara signifikan, sehingga belum “sah” diberi label “coach”.

Sebaliknya, seorang teman yang sukses di kariernya, sering sekali menyebutkan dosen pembimbing skripsinya saat kuliah dulu sebagai "coach" yang andal. Padahal, masa bimbingan ketika itu hanyalah 6 bulan. “Dia memberi saya beberapa guidelines yang tidak boleh dilanggar, serta langkah-langkah yang perlu dijalankan. Demikian jelasnya, sehingga sampai sekarang pun saya tidak berani menyalahi aturan tersebut”, katanya. Kita bisa lihat betapa “coach” yang berhasil akan diingat seumur hidup oleh “coachee”-nya.

Atasan Harus Bisa Coaching Leadership

Pemimpin seperti apa yang Anda kagumi? Kita banyak mengagumi pemimpin karena otaknya yang brilian, keahliannya berstrategi, pengambilan keputusan yang tepat, keberanian mengambil risiko, atau kemampuan membawa perusahaan tumbuh besar. Kita bisa melihat bahwa terkadang kesuksesan tidak berkorelasi dengan sikap pimpinan terhadap bawahannya.

Steve Jobs, misalnya, melegenda lebih karena kekuatan inovasi, bukan kekuatan hubungannya dengan manusia. Ada bawahan yang bisa betah bertahun-tahun dalam organisasi yang dipimpin atasan yang tidak simpatik, atau bahkan jelas-jelas suka mengadu domba.

Keberhasilan mencetak laba dan melipatgandakan aset perusahaan memang masih menjadi indikator utama kehebatan seorang pimpinan, bahkan dijadikan "model" manajemen yang dianggap ideal. Sekarang, mari kita bayangkan bila di bawah para pemimpin keren ini ternyata tidak tumbuh calon pemimpin masa depan untuk menggantikannya. Tidakkah kita dengan mudah melihat perusahaan segera akan mengalami krisis dan sulit mempertahankan pertumbuhan usahanya? Dalam situasi ini, masihkah kita menilai para pemimpin ini sebagai pemimpin yang efektif?

Melatih Pola Pikir Seorang Champion

Membentuk dan melatih pola pikir yang benar adalah faktor utama untuk mencapai kesuksesan yang Anda inginkan.

Pertanyaan Selanjutnya Adalah, Bagaimana Cara-nya Membentuk Dan Melatih Pola Pikir kita?

Banyak kok caranya…, tinggal Anda sendiri yang memutuskan, mau atau tidak-nya.

Ada ‘pepatah‘ yang mengatakan bahwa “Anda adalah apa yang Anda makan” (tentu saja dalam hal kolerasi-nya akan pentingnya makanan sehat). Hal yang sama bisa kita terapkan untuk mengetahui kemungkinan sukses Anda (apa yang dikonsumsi oleh pikiran Anda?).

Jadi, “makanan” apa yang menjadikan Anda seperti Anda sekarang ini?

Dengan orang-orang seperti apa Anda bergaul sehari-hari? Apakah mereka orang-orang yang bersemangat, berbahagia, positif? Atau mereka adalah orang-orang yang suka mengeluh, apatis, dan merenungi nasib mereka sendiri?

Apa yang Anda tonton di rumah?

Sukses Itu Bukan Tujuan, Sukses Itu Kebiasaan

7 Kebiasaan Orang Sukses yang Harus Kamu Lakukan | KASKUS 

 

Siapapun kita pasti menginginkan sukses. Tapi apa itu arti kesuksesan dan apa bentuk kongkritnya, tidak sedikit orang kesulitan mendefinisikannya. Apalagi mencapainya. Hal itu tak lain karena kita hidup di lingkungan yang telah memberikan pemaknaan yang begitu kabur, menjalani hidup tanpa terencana hingga suatu saat di hari tua kita sadar bahwa semua telah berlalu.

Banyak dari kita telah terperangkap pada mindset (cara berpikir) yang telah demikian tertanam dalam benak kita, sehingga tak jarang kita menjadi terkoptasi dalam realitas yang parsial. Bagaikan katak yang puas hidup dalam tempurung. Bagaimana mindset demikian dapat terbentuk dalam diri mereka, hal itu bisa dijelaskan dengan Fase psikoprogram dalam hidup kita sebagai berikut:

Pertama, masa tanam. Fase ini terjadi saat kita berumur 0 hingga 7 tahun. Pada masa ini kita memperoleh pengetahuan-pengetahuan dasar tentang diri dan sekitar seperti berjalan, berbicara, menirukan bahasa yang didengar.

Kedua, periode model. Pada periode ini biasanya kita akan menciptakan model-model tokoh tertentu yang akan kita tiru. Makanya wajar jika anak pada usia ini akan menirukan hero yang mereka kagumi, atau orang yang mereka anggap bisa dijadikan model ideal. Periode ini terjadi pada masa 7\14 tahun.

Memprogram Pikiran Bawah Sadar

Pikiran Bawah Sadar dan Cara Kerjanya - MIKAMONEY 
 
Otak manusia adalah komputer terbaik yang pernah ada. Semakin banyak digunakan maka kinerja otak akan semakin baik. Sayangnya manusia hanya bisa menggunakan sekitar 4% dari kemampuan otaknya. Sebagian orang yang bisa menggunakan hingga 5% dapat dikatakan jenius. Dari seluruh bagian kapasitas otak, 88% – nya adalah pikiran bawah sadar dan 12% – nya adalah pikiran sadar.

Pikiran bawah sadar meliputi; kepribadian, emosi, insting,  naluri, citra diri, ingatan jangka panjang, dan kebiasaan. Pikiran bawah sadar ini sangat kuat pengaruhnya dalam menentukan tindakan yang akan kita lakukan. Orang boros, walaupun memenangkan lotere dan menjadi kaya raya pasti akan segera menghabiskan kekayaannya. Itu karena mindset mereka tetap sebagai orang yang boros walaupun nasib mereka berubah. Hal ini juga yang membedakan atlet bermental juara dan atlet biasa. Atlet bermental juara secara naluriah tahu apa yang dibutuhkan untuk menjadi pemenang.

Kabar baiknya kebiasaan dapat kita bentuk menjadi apa yang kita inginkan. Kabar buruknya kadang membentuk kebiasaan sangat susah dan membutuhkan waktu yang lama. Menurut penelitian, rata-rata orang yang melakukan pekerjaan baru secara rutin selama 3 bulan akan menjadi sebuah kebiasaan. Tetapi juga tergantung besarnya minat dan keinginan kita untuk membentuk kebiasaan tersebut.

Maksimalkan Potensi Diri Anda Dengan Self Talk

Manfaat Positive Self-Talk dan Cara Melakukannya - Alodokter 

 Apa yang kita lakukan ketika sedang berkendara sendirian, sesaat sebelum terlelap, atau ketika sedang menunggu antrian? Semua orang melakukannya, Self-talk. Berbicara dengan diri sendiri, berbincang dan bermain dengan pikiran kita. Setiap hari kita melakukannya, orang banyak menyebutnya sebagai lamunan, melamun, atau daydreaming. 

Ketika kita sedang tidak dalam satu aktivitas, otak cenderung melakukan self talk. Hal ini sudah menjadi kebutuhan dan kutukan bagi otak. Otak didesain untuk belajar dan berpikir. Maka ketika tidak ada aktivitas yang membutuhkan konsentrasi, maka otak melakukan self talk. Berbicara dengan bagian lain dari otak,

entah itu memori (ingatan ) ataupun mimpi dan imajinasi.

Imajinasi, merupakan self talk yang digunakan oleh motivator dalam membentuk sukses.  Dengan imajinasi, otak akan merumuskan jalur-jalur neuron yang baru dan memperkuatnya. Demikian pula dengan afirmasi positif. Kalimat positif beserta gerakan tubuh, merupakan bagian dasar dari self talk. Tingkat tertinggi dari afirmasi positif adalah melakukan  self talk dengan semua kalimat positif. Otak diajak berbincang bahwa diri ini adalah sehat, terbaik, dan penuh potensi. Semuanya hanya dilakukan dalam otak.

Bentuk Self Image Untuk Kebiasaan Sukses Anda

Self-Concept in Psychology: Definition, Development, Theories 
 
Apa jawaban jujur Anda saat saya tanya, “Anda ini orangnya seperti apa?”

Perhatikan Self Talk Anda…..

“Saya adalah pemenang!”

“Saya adalah orang yang percaya diri dan siap menerima tantangan!”

ataukah….

“Saya ini bodoh, tidak bisa diandalkan…..”

“Saya tidak bisa apa-apa, setiap hal yang saya kerjakan tidak pernah berhasil dengan baik…..”

Perhatikan apa yang Anda sampaikan kepada diri Anda, dalam pikiran Anda, dalam hati Anda….

itulah Self Image Anda…..