Tampilkan postingan dengan label Budaya Organisasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Budaya Organisasi. Tampilkan semua postingan

Elemen dari Besar yang Hebat



Budaya Perusahaan jika dapat diimplementasikan dengan baik, akan menjadi barang yang sangat berharga dan dapat meningkatkan performa perusahaan Anda. Sebagaimana dikutip hbr.org disebutkan bahwa Budaya Perusahaan berperan hingga 20 dan 30 persen untuk membentuk perbedaan kinerja jika perusahaan yang berbeda dibandingkan.  Apakah itu budaya? Setiap poin dalam budaya perusahaan adalah unik dan merupakan gabungan dari banyak faktor yang diramu untuk menjadi satu, ke sebuah arah yang sama. Dan meskipun budaya terdiri dari berbagai macam faktor, terdapat enam komponen yang menjadi komposisi dari budaya, sehingga budaya tersebut dapat dikatakan sebagai budaya yang hebat.

1. Visi
Sebuah budaya yang baik diawali dengan sebuah visi atau misi yang jelas dan bermakna. Meskipun simple, visi bisa menjadi sebuah guidance dalam menentukan keputusan apa yang akan kita ambil. Visi yang baik juga akan membantu perusahaan mengenali konsumen, suplier, dan stakeholders. Beberapa perusahaan nonprofit memiliki vision statement yang singkat dan sederhana, misalnya saja Alzheimer Association yang mengusung visi “a world without Alzheimer’s”. Vision Statement bisa jadi sangat simpel, tetapi sangat prinsipil dalam membangun budaya yang baik.

Belajar Disney Creative Srategy.



Walt Disney bisa dikatakan adalah icon hiburan keluarga abad ini. Tokoh-tokoh lucu seperti Mickey Mouse, Donald Duck, Snow White, Buzz Lightyear, dan tokoh-tokoh lainnya berhasil menghiasi masa kecil kita dan anak-anak lainnya di dunia. Setiap tahunnya, Walt Disney hadir dengan inovasi baru dalam karya-karyanya. Bisnis hiburannya yang begitu sukses menghiasi dan menghibur anak-anak di setiap masa dan setiap tempat seolah menegakkan bahwa Disney adalah manusia dengan kreativitas yang luar biasa.

Profil Singkat Walt Disney (1901 – 1966)
Walter Elias Disney dilahirkan pada tanggal 5 Desember 1901 di Chicago, Amerika Serikat. Pada usianya yang ke-16, Disney menjadi kartunis untuk koran sekolahnya, McKinley High School. Setelah dikeluarkan dari sekolahnya, Disney mencoba berbagai profesi sebagai angkatan bersenjata (walaupun ditolak karena belum cukup umur), anggota Palang Merah, supir ambulans; hingga akhirnya pada tahun 1919 Disney pindah ke Kansas City untuk memulai karir seni.

Awal mula terciptanya Mickey Mouse bermula dari perpecahan studio Disney. Hampir semua karyawan Disney keluar dari studionya dan membentuk studio baru dengan membawa hak paten tokoh kartun andalan Disney, kelinci Oswald. Bersama dengan Iwerks, ilustrator Disney, Walt Disney membuat tokoh tikus bernama Mickey yang terinspirasi dari seekor tikus yang pernah dipelihara olehnya. Setelah itu, studio Disney mengalami popularitas hingga akhirnya menjadi seperti yang kita kenal sekarang. Puluhan penghargaan telah disabet oleh Disney hingga tidak dapat dipungkiri lagi bahwa Disney merupakan salah satu tokoh dunia yang luar biasa.

Menarik Manfaat dari Budaya Toyota

Menggerakkan mesin hanya membutuhkan waktu dalam hitungan menit, tapi mengubah cara berpikir (mind set) dan bertindak seseorang memerlukan waktu bertahun-tahun.

Salah satu resep manjur dari Toyota adalah menciptakan budaya perusahaan yang berpusat pada sumber daya manusia (SDM). Setelah melalui praktik, riset, dan dokumentasi yang sungguh-sungguh dalam waktu yang relatif lama, ditemukanlah formulanya, yakni dengan memilih, mengembangkan, dan memotivasi karyawan agar berkomitmen untuk menciptakan produk berkualitas tinggi.

“Semua itu bisa terjadi manakala pihak manajemen melihat SDM sebagai jantung dan jiwa Toyota Way,” kata Juwono Andrianto, Senior Advisor Executive Toyota.

Pada The Toyota Way, Toyota memperkenalkan model revolusioner 4P untuk kecemerlangan organisasi, yakni Philosophy, People, Process, dan Problem Solving.

Toyota Culture meneliti “sistem manusia” yang telah diciptakan Toyota untuk menyuntikkan prinsip-prinsip dasarnya, yaitu kepercayaan, kesejahteraan bersama, dan kesempurnaan di dalam pabrik-pabrik, dealer, dan kantor-kantornya di seluruh dunia. Dimulai dengan menelaah evolusi budaya Toyota dan mengapa SDM merupakan jantung dan jiwa Toyota Way, yangs menjelaskan proses empat tahap Toyota dalam mengembangkan dan mempertahankan SDM berkualitas: menarik, mengembangkan, melibatkan, dan menginspirasi.

Bagaimana Membentuk Sebuah Budaya Perusahaan

Perusahaan digerakkan oleh budaya perusahaan. Budaya perusahaan seharusnya sesuai dengan  kebutuhan Visi , Misi dan strategi perusahaan, namun dengan demikian hal ini sangat membutuhkan campur tangan dari pemilik, pemimpin dan top manajemen perusahaan. Saya pernah bekerja di suatu perusahaan, perusahaan tempat saya bekerja ini tidak pernah menanyakan "seperti apa seharusnya perusahaan ini?". Namun budaya perusahaan bisa di set dari awal, mumpung masih start up.

Sejak berdirinya sebuah perusahaan, entah disadari atau tidak, sebuah kultur/budaya kerja pasti juga akan berkembang, jika perusahaan berkembang baik mungkin budaya perusahaan yang dirawat sudah benar. Namun bagaiman jika tidak? maka Sang Pemimpin perlu bergerak cepat untuk memikirkan sebuah kultur baru yang lebih sinergi dengan visi misi perusahaan. Namun perkara untuk mengubah kultur tidaklah semudah menjetikkan jari. Mengubah kultur sama dengan merombak sistem yang sudah berjalan. Tidak mudah tapi juga bukan tidak mungkin. Bagaimana memulainya.

Bisa anda sesuaikan dengan gaya kepemimpinan Anda. Contoh gaya mantan CEO Samsung, Lee Kun Hee. Jengkel akibat reputasi Samsung yang dicap sebagai produsen elektronik murah "kelas dua". Pada tahun 1993 Lee mengumpulkan seluruh karyawannya dalam satu aula yang besar. Dia membawa produk samsung yang paling mahal dan paling canggih kemudian dihancurkannya didepan para karyawannya. Hal ini sebagai simbolis bahwa budaya lama harus ditinggalkan. Lee memerintahkan untuk melakukan reformasi secara besar-besaran dan berkata kepada para karyawannya untuk mengubah segala aspek kecuali istri dan anakmu. Samsung dengan kultur baru yang tidak akan lagi memproduksi barang murah dan mudah rusak. Seketika itu seluruh karyawan bersorak sorai dan keluar dari aula dengan semangat baru. Taktik ini terbukti effektif, ketika tahun-tahun berikutnya, Samsung terbukti menjadi konglomerat multinasional yang bertanggung jawab atas seperlima GDP Korea Selatan.