Tampilkan postingan dengan label Ilmu Ikhlas. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ilmu Ikhlas. Tampilkan semua postingan

Belajar Kehidupan

Dulu, beberapa waktu yang lalu, saya pada awalnya mengenal hipnosis adalah ilmu yang sesat dan dilarang oleh agama. Sehingga, setiap kali ada tawaran kepada saya mengenai pelatihan ilmu hipnosis pasti selalu saya tolak. Sampai saya “dipertemukan” dengan sebuah buku berjudul Seni Hipnoterapi tulisan Roy C Hunter CHt (The Art of Hypnotherapy). Beliau adalah murid terkemukanya mendiang Charles Tebbets, satu dari sekian maestro di jagad hipnoterapi dunia. Membaca buku tersebut pada awalnya seperti membaca tumpukan kertas berbahasa sanksekerta bagi saya. Alias, sangat tidak saya mengerti dan tidak mampu saya cerna. Walhasil, setelahnya saya abaikan saja buku itu di deretan buku yang ada di dalam rak buku kesayangan saya.

Lama saya tidak bersentuhan lagi dengan dunia “hipnosis” hingga saya bertemu dengan sebuah buku karangan dari sejawat terapis saya yang bernama Saiful Anam, judulnya adalah “4 Jam Pintar Hipnosis”. Dari buku itu, saya mulai mengenal beragam istilah dan penggunaan hipnosis, hipnoterapi dan segala sesuatu yang berhubungan dengannya. Tidak terlalu lengkap, namun sejak saat itulah tonggak awal arah minat saya untuk mendalami hipnosis dan hipnoterapi dimulai. Dan yang terpenting juga adalah, apa saja yang dulu menjadi pemahaman keliru saya mengenai ilmu hipnosis seketika langsung sirna (titik).

Manajemen Emosi Diri

Motivasi atau dukungan dari orang tua , memang sangat berarti dan mampu membakar semangat dalam diri seseorang. Tetapi bagaimana bila rencana atau keinginan kita tidak mendapatkan dukungan ataupun restu dari orang tua kita. Seperti kejadian yang di alami seorang klien saya sebut saja dengan inisial SON ( 22 tahun ) pada sekitar 4 bulan lalu. Harapan dan keinginan dari SON yang sudah menjadi goal-setting untuk memulai usaha percetakan , tidak mendapatkan dukungan dan restu dari orang tuanya. Sehingga dalam sekejab SON menjadi kehilangan semanggat , dia merasa begitu sedih dan frustasi .  Setiap hari selama 3 bulan SON hanya mengurung diri di kamarnya, setiap hari kerjanya hanya malas – malasan . Ketika di tanya orang tuanya: ” kenapa gak berangkat kerja ?”   SON hanya menjawab : ” Buat apa kerja !, kerja juga percuma , dapat duit juga percuma kalo kepingin apa apa serba gak boleh…!”

Nah ….Beberapa hari yang lalu SON datang ke tempat saya dan menceritakan keadaan dirinya yang sedang frustasi gara gara keinginannya tidak mendapatkan dukungan dari orang tuanya . Dari apa yang di sampaikan SON kepada saya, merupakan sebuah permasalahan yang kurang lebih sama dengan permasalahan yang dialami banyak  orang saat ini. Yaitu frustasi atau stress karena gagal mendapatkan sesuatu yang sangat di inginkannya . Jika saya pelajari dengan seksama  permasalahan yang di alami SON, maka dapat saya simpulkan bahwa ada beberapa faktor yang menyebabkan SON begitu mudah frustasi : 

Temui Yang Punya Dunia

sifat allah (9) al jabbar (maha kuasa) al hasyr 23 
 
Temui yang punya Dunia… Cari,kerja,& minta dunia sama yang Punya, lewat Cara-cara Nya. & bagi lagi yang Punya. Sedep dah. jangan pake malu, sungkan, apalagi males.  Jangan jauhi yang pada pengen dunia, dari Yang Punya. Ntar pada salah jalan. kasih motivasi bahwa Allah itu Maha Pemurah & Pengasih.  Kalau ada yang dhuha/sedekah pengen kaya, salah gak? He he, yang salah mah yang korupsi. Terus giatin dah kerja/usaha, hidup lurus,terus belajar,& belajar sabar & istiqomah.

Bila kita sudah malu untuk berdoa? nggak malu aja udah jarang doa, apalagi malu. Bila kita ngga boleh doa? Disuruh2in aja juarang doa, he he.  Ikhlas bukan i-k-h-l-a-s. Itu ikhlas bahasa indonesia. tanpa pamrih. jangan semua disikat. Doa itu bukan menjadikan kita riya/gak ikhlas. Doa itu sunnah.
Niatnya apa pas dhuha? Ya niat shalat dhuha. Doanya? Minta kaya,jodoh,rizki cukup,diampuni,punya anak,bisa usaha,lulus,bisa lanjut studike LN, dll.

Niatnya apa pas sedekah? Ya niat sedekah, Doanya? Doa mah ya terserah. Minta punya 10 M juga boleh+rumah,mobil+jodoh+anak, dan lain-lain. ngga sedekah? boleh koq doa. Islam itu agama yang gampaaaaaannnngggg banget. ngga nyusahin pemeluknya. Hanya perlu lapangkan dada, & terus belaajr. jangan 1 guru. banyak guru. & dunia itu asli kudu dicari, dikejar, diminta. Asal jangan lalai, & jangan jadi budak dunia. Mau ya susah? He he. Tambahin ilmu syukurnya.

The Power of "Ilmu Ikhlas"

Ilmu Ikhlas | Raiza Rara 
 
Semua amal adalah tergantung niatnya. Sedangkan yang tahu niat dan perbuatan seseorang adalah individu yang bersangkutan dan Tuhan yang Maha tahu. Esensi ilmu ikhlas adalah melakukan perbuatan tanpa disertai kepentingan pribadi atau iming-iming imbalan duniawi, tujuannya hanya mengharap ridha Allah SWT. Mempelajari ilmu ikhlas adalah gampang-gampang susah. Memang banyak teori tentang ilmu ikhlas tetapi kenyataannya mempraktekannya tidak segampang  teorinya. Sulit memang menjaga hati dan pikiran untuk selalu ikhlas dalam beramal. Akan ada saja godaan dan bisikan yang mengganggu kemurnian dan kesucian jiwa kita. Bahkan ahli tasawuf mengangap ilmu ikhlas adalah ilmu yang tertinggi di alam semesta ini. Bagaimana tidak? Karena penyerahan total kepada yang maha kuasa adalah esensi hidup ini.

Ilmu ikhlas : pamrih hanya kepada Allah SWT

Dalam kitab suci disebutkan : ”sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah, tuhan semesta alam” . Dari ayat tersebut jelas memang bahwa ikhlas adalah penyerahan total segala urusan hanya untuk mengharap ridha Tuhan yang maha kuasa. Lantas apakah melaksanankan ibadah untuk mengharap janji tuhan yaitu masuk ke surga disebut tidak ikhlas? Apakah melaksanakan sholat tahajud dan mengharap kemudahan rezeki dari tuhan disebut tidak ikhlas? Apakah melaksanakan sholat dhuha dan mengharap kemudahan urusan disebut tidak ikhlas? 

Ilmu Ikhlas dan Permasalahannya

Ilmu ikhlas | Bijak, Berharap 

 Sang istri kemudian berkata, “Sudah jangan sedih Pak, Kita kan bekerja dalam rangka menjemput rizki dari Allah, kalau kita niatkan kita bekerja ikhlas, semata-semata mencari ridha Allah, insya Allah tak ada yang perlu kita takutkan. Karena kita yakin akan pertolongan Allah Swt… Ibu percaya Bapak telah bersungguh-sungguh bekerja keras untuk keluarga, insya Allah semua ada jalan keluar…”

Pak Tono merenungkan kata-kata istrinya. Ikhlas? Bekerja semata-mata mencari ridha Allah? Astaghfirullah… Pak Tono tersadar, niat ikhlas ini tidak ia miliki… Selama ini motifnya bekerja adalah mencari uang sebanyak-banyaknya, hanya demi kesejahteraan keluarga. Karena itu hatinya kini begitu resah, penuh ketakutan… Padahal jika ia ikhlas, bekerja semata-mata karena Allah, mencari ridha-Nya, tentu hatinya akan tenang, dan ia akan yakin bahwa Allah akan selalu menolong hamba-nya yang ikhlas… Tak terasa air matanya pun menitik…

Ikhlas adalah salah satu buah dari tauhid yang sempurna kepada Allah Yang Mahasuci lagi Mahatinggi. Demikian Menurut Yusuf Al-Qaradhawi dalam bukunya Al-Niyyah wa Al Ikhlas.

Belajar Ikhlas untuk Hidup Lebih Bahagia

Belajar Ilmu Ikhlas di Tahun 2019 

Salah satu ilmu yang paling sulit dikuasai manusia di muka bumi ini adalah ilmu ikhlas. Ilmu ini banyak diserukan oleh orang, namun tidak semua mampu menguasai secara penuh. Karena ilmu ini tidak nampak, ilmu ikhlas tidak ada hitungannya secara pasti. Yang bisa mengukur ilmu ini adalah hati masing-masing individu yang memiliki dan menggunakan ilmu ini, itupun belum tentu 100% pas. Hanya Tuhan yang paling benar mengukur keikhlasan seseorang.

Ada perbedaan mendasar antara ikhlas dan pasrah. Ikhlas adalah menyerah setelah berusaha, sedang pasrah adalah menyerah sebelum berusaha. Ikhlas itu gandengannya Sabar dan Tawakkal, sedangkan Pasrah sama Ngalah. laughing (versi orang jawa: pasrah ngalah). Keikhlasan memang perlu dikembangkan dewasa ini. Tau nggak, gara-gara nggak ikhlas, Iblis melakukan dosa pertama di alam semesta. Dia kan nggak ikhlas memiliki “saingan” bernama Adam dari tanah yang notabene menurut dia lebih tidak berharga tapi harus dihormati. Maka tampaklah sifat sombongnya dikarenakan Iblis nggak ikhlas. Nah, keadaan ini hampir sama di masyarakat kita. Kalah dalam pemilihan RT, nggak ikhlas lantas mengerahkan masa buat demo. Tetangga lebih mampu, nggak ikhlas lalu dengki. Dan masih banyak hal lainnya.

Mencari Kebahagian Sejati

Meraih Kebahagiaan Sejati - Fakultas Psikologi Universitas Islam Indonesia 
 
“Happiness is not something ready made. It comes from your own actions. – Kebahagiaan bukan sesuatu yang tersedia, melainkan dengan usaha.”  (Dalai Lama XIV)

Semua orang menginginkan kebahagiaan tetapi, masih begitu banyak orang di muka bumi ini hidup tidak bahagia dan merasa hampa. Semua itu dikarenakan mereka menyamakan kebahagiaan dengan kesenangan atau materi. Sungguh keliru mengaitkan kebahagiaan dengan ukran-ukuran tertentu misalnya saja, bahagia jika mempunyai pasangan hidup ‘idola’, mempunyai rumah dan mobil mewah, penghasilan naik 300%, menjadi direktur, menjadi ketua organisasi tertentu, menginjakkan kaki ke Tanah Suci, dan lain sebagainya.

Sekelompok pakar psikologi pada tahun 1970-an pernah melakukan penelitian terhadap seorang pemenang undian. Didapati bahwa pemenang undian tersebut kembali hidup merana dan tidak bahagia setahun kemudian. Masih banyak lagi hasil penelitian yang semakin menegaskan bahwa kebahagiaan sejati bukan berasal dari faktor eksternal atau segala sesuatu yang bersifat materi melainkan, berasal dari faktor internal yaitu pikiran.