Belajar Kehidupan
Manajemen Emosi Diri
Temui Yang Punya Dunia
The Power of "Ilmu Ikhlas"
Ilmu ikhlas : pamrih hanya kepada Allah SWT
Ilmu Ikhlas dan Permasalahannya
Sang istri kemudian berkata, “Sudah jangan sedih Pak, Kita kan
bekerja dalam rangka menjemput rizki dari Allah, kalau kita niatkan kita
bekerja ikhlas, semata-semata mencari ridha Allah, insya Allah tak ada
yang perlu kita takutkan. Karena kita yakin akan pertolongan Allah
Swt… Ibu percaya Bapak telah bersungguh-sungguh bekerja keras untuk
keluarga, insya Allah semua ada jalan keluar…”
Pak Tono merenungkan kata-kata istrinya. Ikhlas? Bekerja semata-mata mencari ridha Allah? Astaghfirullah…
Pak Tono tersadar, niat ikhlas ini tidak ia miliki… Selama ini
motifnya bekerja adalah mencari uang sebanyak-banyaknya, hanya demi
kesejahteraan keluarga. Karena itu hatinya kini begitu resah, penuh
ketakutan… Padahal jika ia ikhlas, bekerja semata-mata karena Allah,
mencari ridha-Nya, tentu hatinya akan tenang, dan ia akan yakin bahwa
Allah akan selalu menolong hamba-nya yang ikhlas… Tak terasa air matanya
pun menitik…
Ikhlas adalah salah satu buah dari tauhid
yang sempurna kepada Allah Yang Mahasuci lagi Mahatinggi. Demikian
Menurut Yusuf Al-Qaradhawi dalam bukunya Al-Niyyah wa Al Ikhlas.
Belajar Ikhlas untuk Hidup Lebih Bahagia
Salah satu ilmu yang paling sulit dikuasai manusia di muka bumi ini
adalah ilmu ikhlas. Ilmu ini banyak diserukan oleh orang, namun tidak
semua mampu menguasai secara penuh. Karena ilmu ini tidak nampak, ilmu ikhlas
tidak ada hitungannya secara pasti. Yang bisa mengukur ilmu ini adalah
hati masing-masing individu yang memiliki dan menggunakan ilmu ini,
itupun belum tentu 100% pas. Hanya Tuhan yang paling benar mengukur
keikhlasan seseorang.
Ada perbedaan mendasar
antara ikhlas dan pasrah. Ikhlas adalah menyerah setelah berusaha,
sedang pasrah adalah menyerah sebelum berusaha. Ikhlas
itu gandengannya Sabar dan Tawakkal, sedangkan Pasrah sama Ngalah.
laughing (versi orang jawa: pasrah ngalah). Keikhlasan memang perlu
dikembangkan dewasa ini. Tau nggak, gara-gara nggak ikhlas, Iblis
melakukan dosa pertama di alam semesta. Dia kan nggak ikhlas memiliki
“saingan” bernama Adam dari tanah yang notabene menurut dia lebih tidak
berharga tapi harus dihormati. Maka tampaklah sifat sombongnya
dikarenakan Iblis nggak ikhlas. Nah, keadaan ini hampir sama di
masyarakat kita. Kalah dalam pemilihan RT, nggak ikhlas lantas
mengerahkan masa buat demo. Tetangga lebih mampu, nggak ikhlas lalu
dengki. Dan masih banyak hal lainnya.
Mencari Kebahagian Sejati

